|
IT Menjadi Mata Pelajaran Tambahan SD 1 Kendari Barat |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 06 September 2010 15:17 |
|
KENDARI, KP | Penjaringan siswa berprestasi di SDN 01 Kendari Barat bukanlah kendala. Terbukti, sudah dua tahun menjadi sekolah standar nasional (SSN). Mulai tahun 2005 lalu, SD ini sudah banyak menamatkan siswa-siswi yang tergolong pintar. Llima tahun menerapan program kelas unggulan yaitu percepatan belajar dua tahun (akselerasi) bukanlah kendala. Penjaringan khusus siswa yang memiliki potensi akademik dan kemampuan Intelegensi tinggi. Selain itu memotivasi siswa lain dan memacu semangat belajar peserta didik.
Kepala Sekolah SDN 01 Kendari Barat, Dra. Hj. Halwatia, mengatakan, kelas unggulan adalah kumpulan siswa-siswi yang memiliki IQ diatas rata-rata. Sehingga dibentuk 2 rombel, untuk kelas empat dengan jumlah siswa 24 orang. Sedangkan kelas lima dan enam ditempati 17 siswa. Sebelum ditempatkan di kelas unggulan, siswa diwajibkan mengikuti tes IQ dan wawancara. Tes IQ berasal dari Dinas Kota, khusus untuk psikologi pendidikan dasar. Mereka yang mampu menyelesaikan tes dengan baik, akan ditempatkan di kelas unggulan. Pendataan dimulai pada saat kelas empat SD. Metode pembelajaran dilakukan setiap semester yakni empat bulan per semester. Sehingga siswa yang mampu mempertahankan prestasi dan memiliki rata-rata jumlah nilai 70 keatas dapat menyelesaikan masa studi di SD hanya delapan semester.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
H-3, LONJAKAN PENUMPANG MENCAPAI 10% DARI TAHUN SEBELUMNYA |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 06 September 2010 15:15 |
|
KENDARINEWS: Menjelang H-3 Hari Raya Idul Fitri, Pelabuhan Nusantara Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dipadati oleh ratusan penumpang tujuan Raha dan Bau-Bau.
Menurut Kepala Seksi Kelautan Kapal, Drs. Abdul Rahman, M.Si, jumlah lonjakan penumpang pada H-3 ini melonjak hingga 10% dari jumlah lonjakan penumpang tahun lalu.
“Lonjakan penumpang mencapai 10% dari jumlah lonjakan tahun sebelumnya,” tutur Rahman kepada Kendarinews saat ditemui diruangannya, Senin (6/9/2010).
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
Hasil Akreditasi Badan Akreditasi Nasional Sekolah |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Minggu, 05 September 2010 10:40 |
|
Berikut adalah hasil akreditasi unutk provinsi sulawesi tenggara oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN -S/M) http://ban-sm.or.id
| No. |
Sekolah/Madrasah |
NSS |
Nilai Akreditasi |
Peringkat Akreditasi |
Tanggal Penetapan |
Detail |
| 1 |
MTsS KALISUSU |
212740212010 |
64 |
C |
04/Oct/2009 |
detail |
| 2 |
SMPN 3 KALISUSU |
201200211060 |
59 |
TT |
04/Oct/2009 |
detail |
| 3 |
SMPN 4 BONEGUNU |
201200211034 |
40 |
TT |
04/Oct/2009 |
detail |
| 4 |
SMPN 5 BONEGUNU |
20120021306 |
71 |
B |
04/Oct/2009 |
detail |
| 5 |
SMPN 4 KALISUSU |
201200208501 |
90 |
A |
Selengkapnya : http://www.ban-sm.or.id/provinsi/sulawesi-tenggara/akreditasi |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Sosialisasi SPM Pendidikan Harus Komprehensif |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Minggu, 05 September 2010 10:31 |
Jakarta (Mandikdasmen): Terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 15 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota memerlukan sosialisasi yang komprehensif. Jangan sampai pelaksana kebijakan tidak mengetahui kebijakan dengan baik. “Tidak hanya sosialisasi, advokasi dan pengembangan kapasitas yang tepat untuk Pemerintah Kabupaten/Kota juga harus dilakukan secara simultan,” ujar Prof. Suyanto, Ph.D., Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasonal di Jakarta, Selasa (31/8). Suyanto berkata demikian dalam pengarahannya pada Seminar Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar Tingkat Pusat yang digelar di Ruang Auditorium Dikti, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta. Acara dihadiri perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, dan sejumlah pejabat di lingkungan Ditjen Mandikdasmen.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
Provinsi Buton Raya Diestimasi Mekar 2016 |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Sabtu, 04 September 2010 11:52 |
|
Jakarta, Kepres – Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) baru saja menyerahkan hasil grand desain tentang penataan daerah di Indonesia ke Komisi II. Namun hasil grand desain itu menurut Komisi II sama sekali tidak mencerminkan apa yang selama ini dikehendaki dan diharapkan bersama di Komisi II.
Meski grand desain masih jauh dari harapan Komisi II, namun grand desain dari pemerintah telah memunculkan estimasi-estimasi jumlah maksimal penambahan daerah dari yang ada saat ini hingga 2025 dengan tiga kategori periodesasi pemekaran dalam tahapan jadwal pembentukan daerah, yakni periode 2010-2015, 2016-2020 dan 2021-2025.
Dari estimasi itu, sebanyak delapan daerah masing-masing wilayah Provinsi NAD, Sumut, Kaltim, Kalbar, Sulteng, Sultra, dan Papua Barat dimungkinkan untuk bertambah satu pembentukan provinsi di daerah tersebut, sedang untuk Provinsi Papua Barat dimungkinkan bertambah 4 provinsi.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
|